Lewati ke konten
Ravington
Kembali ke berita
Olahraga

Jerman Cetak Sejarah Piala Dunia dengan Kekalahan Adu Penalti Pertama

FourFourTwo
WhatsApp

Jerman mencatat sejarah Piala Dunia yang tidak diinginkan dengan kekalahan adu penalti pertama mereka. Tim asuhan Julian Nagelsmann tersingkir di babak 32 besar setelah kalah 3-4 dari Paraguay dalam adu penalti di Foxborough. Sebelumnya, Jerman selalu menang dalam empat adu penalti Piala Dunia dan hanya gagal satu dari 18 tendangan. Reputasi ini membuat Gary Lineker terkenal dengan ucapannya bahwa pada akhirnya Jerman selalu menang.

Pertandingan berjalan sulit bagi Jerman setelah Paraguay unggul di babak pertama. Kai Havertz menyamakan kedudukan, dan Jonathan Tah mencetak gol di perpanjangan waktu yang tampaknya menjadi pemenang. Namun, VAR menganulir gol tersebut karena pelanggaran Waldemar Anton terhadap kiper Orlando Gill. Skor tetap imbang hingga adu penalti.

Dalam adu penalti, Havertz dan Nick Woltemade gagal mengeksekusi. Tah kemudian gagal pada tendangan penentuan di babak sudden death. Ini adalah kekalahan adu penalti pertama Jerman di Piala Dunia dan hanya yang kedua di turnamen besar setelah final Euro 1976. Kekalahan itu mengakhiri rekor sempurna Jerman dari titik putih.

Paraguay merayakan kemenangan bersejarah yang membawa mereka ke perempat final. Bagi Jerman, ini adalah pukulan telak karena mereka dianggap sebagai salah satu favorit. Tim harus pulang lebih awal dan mengevaluasi performa mereka. Pelatih Nagelsmann menghadapi tugas berat untuk membangun kembali kepercayaan diri tim.

Kekalahan ini menunjukkan bahwa tidak ada yang abadi dalam sepak bola. Jerman harus belajar dari kegagalan ini dan bangkit kembali. Para penggemar berharap tim dapat kembali ke jalur kemenangan di turnamen mendatang. Sejarah baru telah tercipta, tetapi Jerman pasti akan berusaha menulis ulang narasi mereka.

Tanya tentang berita ini

Jawaban AI hanya dari berita ini.

Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.

Baca selengkapnya di sumberfourfourtwo.com

Berita terkait