Tim nasional Jerman harus angkat koper lebih awal dari Piala Dunia setelah kalah adu penalti dari Paraguay di babak 16 besar. Pertandingan berakhir 1-1 setelah perpanjangan waktu, sehingga pemenang ditentukan melalui adu penalti. Paraguay berhasil menang 4-3 dan melaju ke perempat final, di mana mereka berpotensi bertemu Prancis. Kekalahan ini menjadi kejutan besar karena Jerman dianggap sebagai salah satu favorit turnamen.
Babak pertama berlangsung ketat dengan kedua tim bermain hati-hati. Jerman mendominasi penguasaan bola, tetapi Paraguay lebih berbahaya dalam serangan balik. Pada menit ke-35, Paraguay berhasil mencetak gol pertama melalui serangan cepat di sisi kiri. Tendangan keras pemain Paraguay tidak mampu dihalau kiper Jerman. Jerman berusaha merespons, tetapi hingga turun minum skor tetap 1-0 untuk Paraguay.
Memasuki babak kedua, Jerman meningkatkan tekanan dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-67. Gol tercipta dari sundulan pemain belakang Jerman setelah memanfaatkan sepak pojok. Setelah gol tersebut, Jerman terus menyerang, tetapi pertahanan Paraguay sangat solid. Beberapa peluang emas gagal dimanfaatkan, sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu.
Perpanjangan waktu berlangsung alot dengan kedua tim kelelahan. Jerman masih mencoba mendominasi, tetapi Paraguay bertahan dengan disiplin. Beberapa peluang tercipta, namun tidak ada gol tambahan. Kiper Paraguay tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting. Pertandingan akhirnya berakhir tanpa pemenang dan harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam adu penalti, Paraguay menunjukkan mentalitas yang lebih kuat. Semua penendang Paraguay berhasil mencetak gol, sementara satu penendang Jerman gagal. Kiper Paraguay menjadi pahlawan dengan menepis penalti penentu. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Jerman, yang harus mengevaluasi performa mereka. Sementara itu, Paraguay merayakan keberhasilan mereka melaju ke babak selanjutnya.
Tanya tentang berita ini
Jawaban AI hanya dari berita ini.
Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.
Baca selengkapnya di sumberliberation.fr