Jerman Tersingkir dari Piala Dunia setelah Kalah Adu Penalti dari Paraguay

Tim nasional sepak bola Jerman mengalami kekecewaan besar di Piala Dunia. Di babak 16 besar, tim asuhan pelatih Hansi Flick bertemu Paraguay dan harus mengakui keunggulan lawan setelah adu penalti dengan skor 3-4. Setelah waktu normal berakhir dengan skor 1-1, Jerman unggul lebih dulu melalui gol awal Niclas Füllkrug. Namun, Paraguay menyamakan kedudukan sebelum turun minum melalui sundulan Miguel Almirón. Di babak kedua dan perpanjangan waktu, tidak ada gol tambahan yang tercipta, sehingga adu penalti menjadi penentu.
Dalam adu penalti, Jerman tampil gugup dan gagal mengeksekusi dua tendangan. Joshua Kimmich dan Ilkay Gündogan berhasil mencetak gol, tetapi Kai Havertz dan Serge Gnabry gagal membobol gawang kiper Paraguay, Antony Silva. Di sisi lain, keempat penendang Paraguay sukses menjalankan tugasnya, sehingga tendangan kelima tidak perlu dilakukan. Tim Jerman meninggalkan stadion dengan kekecewaan, sementara Paraguay merayakan lolos ke babak perempat final. Ini adalah kegagalan tercepat Jerman di Piala Dunia sejak tahun 1938, ketika mereka juga tersingkir di babak pertama.
Kekalahan ini memunculkan banyak pertanyaan. Kritikus menyoroti kurangnya efisiensi di lini depan dan kreativitas di lini tengah. Pelatih Hansi Flick mengambil tanggung jawab, tetapi menekankan bahwa tim harus terus berkembang. Para pemain tampak terpukul dan menyebut ini sebagai peluang yang terlewatkan. Kapten Manuel Neuer mengatakan bahwa tim harus belajar dari kekalahan ini untuk kembali meraih kesuksesan di masa depan.
Paraguay, sebaliknya, menunjukkan pertahanan yang kuat dan memanfaatkan peluang dengan dingin. Pelatih Guillermo Barros Schelotto memuji semangat juang dan disiplin taktis timnya. Kemenangan atas juara dunia empat kali Jerman adalah salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Paraguay. Kini Paraguay akan menghadapi pemenang antara Brasil dan Korea Selatan di perempat final.
Tim nasional Jerman kini harus fokus pada tugas-tugas ke depan. Pada bulan September, pertandingan pertama musim baru Nations League akan dimulai, dan kualifikasi untuk Kejuaraan Eropa 2024 juga akan segera bergulir. Tim harus melakukan pembenahan untuk kembali ke puncak sepak bola dunia. Para penggemar berharap tim ini bangkit dari kekecewaan dan kembali menorehkan prestasi gemilang.
Tanya tentang berita ini
Jawaban AI hanya dari berita ini.
Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.
Baca selengkapnya di sumbersportschau.de