
Akhir pekan lalu dilaporkan bahwa Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain. Langkah ini menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump dan meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut. Kekhawatiran terhadap pasokan minyak global akibat hal ini kembali memicu tekanan inflasi. Ekspektasi kenaikan harga energi dapat mempercepat inflasi global dan mengacaukan prakiraan kebijakan moneter Federal Reserve AS.
Analis Pasar Utama KCM Trade, Tim Waterer, menyatakan bahwa perkembangan ini meningkatkan ketidakpastian mengenai masa depan harga minyak. Hal ini secara langsung mempengaruhi ekspektasi inflasi dan suku bunga. Meskipun emas secara tradisional menjadi safe haven di masa risiko geopolitik, kenaikan harga minyak saat ini memicu inflasi. Ini memperkuat prakiraan bahwa Fed akan melanjutkan kenaikan suku bunga. Kemungkinan suku bunga tetap tinggi mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Menurut data CME FedWatch, pasar mulai memperhitungkan tiga kenaikan suku bunga oleh Fed tahun ini. Probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 80 persen. Hal ini mendukung penguatan dolar dan meningkatkan tekanan pada harga emas.
Berita diplomatik dari kawasan Teluk sedikit meredakan kekhawatiran pasar. Menurut Axios, Teheran dan Washington telah sepakat untuk memulai kembali negosiasi guna menghentikan konflik di kawasan Teluk dan mengurangi ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Ini mengurangi risiko konflik yang lebih luas dalam jangka pendek.
Perhatian kini beralih ke data ketenagakerjaan AS untuk Juni, terutama data ADP sektor swasta dan data non-farm payrolls. Analis Tim Waterer menekankan bahwa emas berpotensi menguji level $5.000 lagi tahun ini, namun ada empat syarat kritis yang harus dipenuhi: penurunan ketegangan geopolitik, kembalinya harga minyak ke level sebelum perang, meredanya tekanan inflasi, dan pelemahan dolar secara global.
Pada hari perdagangan pertama pekan ini, harga emas spot turun 0,7 persen menjadi $4.061,35 per ons. Kontrak berjangka emas untuk pengiriman Agustus di AS turun 0,5 persen menjadi $4.076,40. Dengan penurunan ini, emas bersiap untuk penurunan bulanan keempat berturut-turut, dengan total kerugian empat bulan terakhir mencapai 10,4 persen.
Tanya tentang berita ini
Jawaban AI hanya dari berita ini.
Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.
Baca selengkapnya di sumbertunceliemek.com.trBerita ini di sumber lain · 4
- International Oil Prices Fell 2 Percent: Focus on Demand Concerns and Fed's Interest Rate DecisionYahoo Tech Taiwan·
- Fed Confirms Inflation Target: Strong Move Ready for Price StabilityEconoTimes·
- Gold Forecast from Bank of America: Fed's Hawkish Stance Will Drag Prices DownYeniçağ·
- Fed established 5 new working groups to strengthen its monetary policy strategyDünya (Business)·