Lewati ke konten
Ravington
Kembali ke berita
Utama

Bukti Baru dalam Kasus Pembunuhan Ayşe Tokyaz: Rekaman Penyiksaan dalam Berkas

Karar
WhatsApp

Dalam sidang ketiga kasus pembunuhan Ayşe Tokyaz, terjadi perkembangan yang mencolok. Saudara kembar Ayşe Tokyaz, Esra Tokyaz, menyerahkan bukti berupa rekaman dan dokumen yang menunjukkan bahwa terdakwa Cemil Koç diduga melakukan kekerasan terhadap perempuan lain. Seorang perempuan yang dihadirkan sebagai saksi juga mengklaim bahwa Koç memukulinya dan mengancam dengan kata-kata "Aku akan membunuhmu". Sidang ditunda hingga Kamis, 2 Juli.

Kasus Ayşe Tokyaz telah menarik perhatian publik di Turki. Perempuan muda itu tewas dalam keadaan misterius, dan penyelidikan segera mengarah pada mantan pasangannya, Cemil Koç. Jaksa penuntut menuduhnya melakukan pembunuhan dengan kekejaman luar biasa. Bukti baru, termasuk rekaman video dugaan penganiayaan, dapat mempengaruhi jalannya persidangan secara signifikan.

Esra Tokyaz, saudara kembar korban, telah berjuang untuk keadilan sejak awal. Ia mengumpulkan bukti dan mencari saksi untuk mendokumentasikan tindakan Cemil Koç. Kesaksiannya di pengadilan emosional namun faktual. Ia menekankan bahwa saudarinya bukan satu-satunya korban kekerasan Koç.

Saksi yang ingin tetap anonim menceritakan secara rinci bagaimana Koç menyerangnya berkali-kali. Ia mengatakan bahwa ancaman dan pukulan terjadi dalam jangka waktu yang lama. Kesaksiannya sesuai dengan rekaman video yang diajukan, yang menunjukkan Koç melakukan tindakan agresif.

Persidangan akan dilanjutkan pada 2 Juli. Pembela Cemil Koç membantah tuduhan tersebut dan menyebut bukti baru itu sebagai rekayasa. Pengadilan harus memutuskan apakah bukti tersebut dapat diterima. Kasus ini telah memicu kembali perdebatan tentang kekerasan terhadap perempuan di Turki.

Tanya tentang berita ini

Jawaban AI hanya dari berita ini.

Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.

Baca selengkapnya di sumberkarar.com

Berita terkait