Lewati ke konten
Ravington
Kembali ke berita
Sains

Strawberry Moon Terlihat di UEA pada 30 Juni; Akankah Berwarna Merah Muda?

Khaleej Times
WhatsApp

Pada tanggal 30 Juni 2026, para pengamat langit di Uni Emirat Arab dapat menyaksikan apa yang disebut Strawberry Moon. Kelompok Astronomi Dubai mengonfirmasi bahwa fenomena ini akan terlihat dengan mata telanjang dari mana saja dengan pemandangan langit yang jelas. Bertentangan dengan namanya, bulan tidak akan berubah menjadi merah muda. Strawberry Moon sebenarnya adalah Micromoon, yang terjadi ketika bulan purnama berada di dekat titik terjauh dari Bumi dalam orbitnya, yang dikenal sebagai apogee. Akibatnya, bulan tampak sedikit lebih kecil dan lebih redup dari biasanya.

Strawberry Moon bukanlah peristiwa langka, tetapi bulan purnama tahun ini memiliki karakteristik khusus: ini mewakili salah satu jalur bulan terendah dalam beberapa dekade terakhir bagi pengamat di Belahan Bumi Utara, sementara tampak sebagai salah satu jalur tertinggi bagi mereka di Belahan Bumi Selatan. Hal ini disebabkan bulan melewati konstelasi Sagitarius pada bulan Juni, di mana pusat galaksi Bima Sakti berada. Pengamat sebenarnya akan melihat ke arah jantung galaksi Bima Sakti pada malam itu.

Nama Strawberry Moon berasal dari tradisi penduduk asli Amerika, khususnya suku-suku di Amerika Utara, di mana bulan purnama bulan Juni menandai dimulainya musim panen stroberi. Nama tersebut tidak merujuk pada warna bulan, melainkan pada musim. Seiring waktu, nama ini menjadi populer di seluruh dunia dan sekarang sering digunakan untuk bulan purnama bulan Juni.

Bulan purnama akan terbit pada 30 Juni pukul 19:49 waktu setempat di UEA dan terbenam pada pukul 06:25. Menurut Pusat Astronomi UEA, bulan akan terlihat di langit Amerika, Eropa, dan Afrika pada malam 29 Juni, sementara di Australia, Selandia Baru, dan banyak negara Asia, bulan terbit bertepatan dengan 30 Juni. Tidak diperlukan peralatan khusus untuk pengamatan, meskipun teropong atau teleskop dapat mengungkapkan detail bulan tambahan.

Micromoon tidak memiliki efek signifikan terhadap Bumi. Meskipun bulan mempengaruhi pasang surut air laut melalui gravitasi, Micromoon hanya menghasilkan perbedaan yang sangat kecil dibandingkan dengan bulan purnama biasa. Ini tidak mempengaruhi perilaku manusia, pola cuaca, gempa bumi, atau fenomena alam lainnya. Signifikansinya terutama bersifat observasional dan edukatif, menawarkan para astronom dan pengamat langit kesempatan lain untuk menghargai mekanika sistem Bumi-Bulan. Tanggal 30 Juni juga diperingati sebagai Asteroid Day, yang memperingati Peristiwa Tunguska tahun 1908.

Tanya tentang berita ini

Jawaban AI hanya dari berita ini.

Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.

Baca selengkapnya di sumberkhaleejtimes.com

Berita terkait