Perusahaan Penerbangan Dubai Jajaki Penerbangan Langsung ke Kamboja

Hadid International Services (HADID), sebuah perusahaan jasa penerbangan internasional yang berbasis di Dubai, telah menyatakan niatnya untuk bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Kamboja untuk mempromosikan potensi pariwisata Kerajaan Kamboja ke pasar global. Perusahaan yang beroperasi melalui banyak anak perusahaan di seluruh dunia ini juga sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan penerbangan ke Kamboja. Proposal tersebut disampaikan oleh direktur regional HADID, Aida Ismail, dalam pertemuan pada 29 Juli dengan Menteri Pariwisata Huot Hak.
Ismail memaparkan sejarah dan operasi Hadid Aviation, penyedia layanan dukungan penerbangan internasional terkemuka, dan menyajikan rencana perusahaan untuk membantu mempromosikan Kamboja sebagai tujuan wisata melalui jaringan mitra globalnya, acara promosi internasional, kampanye media di seluruh dunia, dan dengan menjajaki peluang untuk memperluas layanan penerbangan di Kamboja, termasuk carter jet dan layanan evakuasi medis (MEDEVAC). Ia menjelaskan bahwa HADID berkantor pusat di Dubai, UEA, dan memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun dalam menyediakan layanan dukungan penerbangan internasional di Afrika, Asia, Eropa, dan Timur Tengah, antara lain.
Ia mencatat bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan untuk menerbitkan materi promosi tentang Kamboja dan menerjemahkannya ke dalam 30 hingga 50 bahasa untuk memperkenalkan atraksi wisata negara tersebut kepada khalayak internasional yang lebih luas. Hak menyambut minat perusahaan tersebut dan memuji gagasan untuk memperkuat industri pariwisata Kamboja dan meningkatkan konektivitas udara antara Timur Tengah dan Phnom Penh serta Siem Reap. Ia mendorong HADID untuk menjajaki penyelenggaraan perjalanan pengenalan (FAM) yang bertujuan menarik wisatawan dan investor dari UEA dan kawasan Timur Tengah yang lebih luas, sambil mempelajari kelayakan meluncurkan penerbangan langsung terjadwal atau layanan penerbangan swasta tambahan, khususnya ke Siem Reap, serta mempromosikan pariwisata VIP dan penerbangan bisnis.
Ia meminta perusahaan untuk menggunakan platform promosinya — termasuk ruang pamer, saluran media sosial, dan sistem hiburan dalam pesawat — untuk menampilkan video dan konten yang menyoroti atraksi wisata Kamboja guna mendukung kampanye pemerintah "Visit Cambodia in the Green Season", sambil juga mempromosikan Kamboja sebagai tujuan yang ramah bagi wisatawan Muslim. Kementerian mencatat bahwa tahun 2026 menandai peringatan 32 tahun hubungan diplomatik antara Kamboja dan UEA, yang memberikan landasan kuat untuk memperluas kerja sama di bidang pariwisata dan penerbangan.
Kamboja menyambut sekitar 5,6 juta pengunjung internasional pada tahun 2025. Selama lima bulan pertama tahun 2026, negara ini menyambut sekitar 1,5 juta wisatawan asing, termasuk sekitar 1.200 pengunjung dari Timur Tengah, yang menyoroti potensi pariwisata yang berkembang di kawasan tersebut. Pertemuan antara HADID dan Kementerian Pariwisata Kamboja menandai langkah penting dalam meningkatkan konektivitas dan menarik lebih banyak wisatawan dari Timur Tengah ke Kamboja.
Tanya tentang berita ini
Jawaban AI hanya dari berita ini.
Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.
Baca selengkapnya di sumberphnompenhpost.com