
Mahasiswa Aljazair di Prancis menghadapi peningkatan biaya yang signifikan. Mulai Agustus 2026, jumlah minimum sumber daya bulanan yang diperlukan untuk visa pelajar naik dari 615 euro menjadi 877 euro, meningkat 262,50 euro. Perubahan ini berlaku untuk semua permohonan yang diajukan setelah 1 Agustus 2026. Selain itu, mulai Juli 2025, bantuan perumahan pribadi (APL) untuk mahasiswa non-Eropa yang tidak menerima beasiswa akan dihapuskan. Ini berarti mahasiswa Aljazair harus menanggung sendiri biaya sewa penuh, yang menjadi beban berat terutama bagi mereka yang berasal dari negara Afrika yang secara finansial rentan.
Biaya kuliah untuk mahasiswa non-Eropa juga telah dinaikkan secara drastis: untuk program sarjana, biaya naik dari 178 euro menjadi 2.895 euro per tahun, dan untuk program magister dari 254 euro menjadi 3.941 euro. Kenaikan 16 kali lipat ini disebabkan oleh penerapan biaya diferensial, yang sebelumnya dikecualikan oleh beberapa universitas. Menteri Pendidikan Tinggi Prancis Philippe Baptiste mengakhiri pengecualian tersebut pada April 2025, sehingga semua mahasiswa non-Eropa kini harus membayar tarif yang lebih tinggi.
Beban finansial ini bertambah: selain biaya kuliah yang lebih tinggi dan hilangnya bantuan perumahan, mahasiswa Aljazair juga harus menghadapi biaya hidup yang lebih tinggi. Ambang batas sumber daya minimum baru sebesar 877 euro per bulan dimaksudkan untuk memastikan mahasiswa dapat memenuhi kebutuhan hidup, namun banyak keluarga Aljazair tidak mampu menyediakan jumlah tersebut. Hal ini dapat mengurangi jumlah mahasiswa Aljazair yang dapat melanjutkan studi di Prancis.
Namun, ada pengecualian: mahasiswa yang mengikuti program magang atau bekerja setidaknya satu jam per minggu selama studi tidak terpengaruh oleh penghapusan APL. Meskipun demikian, situasi keseluruhan tetap sulit bagi banyak mahasiswa Aljazair. Pemerintah Prancis berargumen bahwa langkah-langkah ini diperlukan untuk menjaga kualitas pendidikan tinggi dan mengendalikan pengeluaran publik.
Komunitas Aljazair di Prancis khawatir dengan perkembangan ini. Banyak mahasiswa melihat impian akademis mereka terancam. Organisasi seperti TSA melaporkan bahwa jumlah mahasiswa Aljazair di Prancis sudah menurun. Aturan baru ini dapat memperkuat tren tersebut dan membebani hubungan budaya dan akademis antara kedua negara.
Tanya tentang berita ini
Jawaban AI hanya dari berita ini.
Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.
Baca selengkapnya di sumbertsa-algerie.com