
Wakil Wali Kota Paris, Audrey Pulvar, menuduh Amerika Serikat bertanggung jawab atas gelombang panas bersejarah yang melanda Prancis. Menanggapi kritik turis Amerika dan pengguna media sosial tentang kurangnya AC di Prancis, Pulvar menyatakan bahwa AS, sebagai penghasil emisi gas rumah kaca terbesar kedua, memiliki tanggung jawab signifikan terhadap pemanasan global. Ia mencatat bahwa 90% kota di AS ber-AC, yang mempercepat emisi karbon. Di Prancis, di mana hanya satu dari empat rumah tangga memiliki AC, lebih dari 1.000 kematian berlebih tercatat akibat suhu di atas 40°C. Paris memberlakukan pembatasan lalu lintas, menutup Menara Eiffel, dan memperluas sistem pendingin menggunakan air Sungai Seine.
Tanya tentang berita ini
Jawaban AI hanya dari berita ini.
Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.
Baca selengkapnya di sumbergandul.roBerita ini di sumber lain · 8
- Severe Heatwave Striking France and the Forest Fire Situation in AndalusiaL'Est Républicain·
- Extreme heat makes headlines in Italy: Volt Europa calls for a climate plan for LuccaLa Nazione·
- Extreme Heat Causes Historic Route Change in Tour de FranceLandskrona-Posten·
- French Ecologist Party Announces 'Climate Leave' Proposal for EmployeesBFM TV·
- Heat Shock in the Tour de France: Stage 9 ShortenedLe Figaro·
- Illegal Rave Party with 1500 People in France Despite Red Heat WarningMidi Libre·
- Holiday Departure and Heatwave in France: 940 km of Traffic ParalyzedEurope 1·
- Official Report: Bordeaux, Nantes and La Rochelle Face Sea Level Rise Threat by 2050Science & Avenir·