Penggemar Iran Ditendang dan Diludahi di Pertandingan Piala Dunia di California

Sejumlah penggemar Iran, termasuk wanita berhijab, menjadi korban kekerasan fisik dan verbal saat menghadiri pertandingan Piala Dunia di California awal bulan ini. Kelompok hak sipil CAIR-LA melaporkan banyak insiden di mana orang diludahi, ditendang, dipukul, dan didorong ke tanah. Target utama adalah mereka yang dianggap sebagai orang Iran, pembawa bendera Iran atau Palestina, dan wanita berhijab. Pelaku diduga termasuk kelompok Iran-Amerika pro-monarki.
CAIR-LA mengirim surat kepada kantor kejaksaan Los Angeles, polisi setempat, dan Komite Tuan Rumah Piala Dunia kota, menuntut penyelidikan dan langkah keamanan yang memadai. Para korban juga dilecehkan secara online, dengan data pribadi seperti nomor telepon dan alamat rumah disebarluaskan. Organisasi tersebut menekankan bahwa serangan semacam itu tidak boleh ditoleransi.
Tim nasional Iran sebelumnya menghadapi diskriminasi dari otoritas AS, dengan pembatasan visa yang memaksa pemain terbang ke Meksiko setelah setiap pertandingan. Kapten Mehdi Taremi menyebut Piala Dunia ini sebagai "bencana" dan mengkritik kurangnya dukungan dari FIFA. Meskipun Presiden FIFA Gianni Infantino berjanji membantu, banyak masalah tetap tidak terselesaikan.
Insiden di California menyoroti permusuhan berkelanjutan terhadap penggemar Iran di AS. Ketegangan antara kelompok pro-monarki dan republik Iran, serta Islamofobia umum, menciptakan lingkungan yang bermusuhan. CAIR-LA mendesak pihak berwenang untuk bertindak tegas.
Tim Iran tersingkir setelah hasil imbang antara Aljazair dan Austria. Para pemain dan penggemar berharap insiden ini meningkatkan kesadaran tentang diskriminasi dalam olahraga. FIFA dan otoritas AS kini berada di bawah tekanan untuk mengambil langkah konkret melindungi semua penggemar.
Tanya tentang berita ini
Jawaban AI hanya dari berita ini.
Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.
Baca selengkapnya di sumbernovaramedia.com