Lewati ke konten
Ravington
Kembali ke berita
AI

CPP Gunakan Forum Partai Politik Asia untuk Dorong Tata Kelola AI yang Etis

The Phnom Penh Post
WhatsApp

Partai yang berkuasa di Kamboja, Partai Rakyat Kamboja (CPP), telah menyerukan tata kelola etis yang lebih kuat untuk kecerdasan buatan (AI), investasi yang lebih besar dalam sumber daya manusia, dan kerja sama regional yang lebih erat, saat partai-partai politik Asia bergulat dengan peluang dan risiko yang ditimbulkan oleh teknologi AI yang berkembang pesat. Seruan ini disampaikan oleh Menteri Inspeksi Sok Soken selama diskusi khusus tentang "Transformasi Asia di Era Digital: Tantangan Kecerdasan Buatan", yang diadakan sebagai bagian dari Pertemuan Komite Tetap ke-45 Konferensi Internasional Partai Politik Asia (ICAPP) di Ulaanbaatar, Mongolia, dari 25 hingga 28 Juni. Memimpin delegasi CPP, Soken mencatat bahwa AI telah menjadi kekuatan strategis yang membentuk kembali ekonomi, sistem pemerintahan, dan masyarakat di seluruh dunia, tetapi memperingatkan bahwa perkembangan pesatnya juga menghadirkan tantangan mulai dari kesenjangan ekonomi yang melebar, gangguan pasar tenaga kerja, hingga masalah etika, privasi, dan keamanan yang memerlukan kerangka tata kelola yang jelas.

Dia mengatakan respons Kamboja dipandu oleh agenda transformasi digital Pemerintah Kerajaan di bawah Perdana Menteri Hun Manet, yang menempatkan teknologi digital sebagai pusat pembangunan nasional. Menurut siaran pers, Soken menyoroti komitmen pemerintah untuk mempromosikan inovasi, meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing nasional, dan meningkatkan layanan publik melalui transformasi digital, sambil memastikan pengembangan AI diatur oleh prinsip-prinsip etika dan akuntabilitas yang jelas. Dia mengusulkan lima prioritas untuk membantu Asia memaksimalkan manfaat AI sambil mengurangi risikonya: berinvestasi dalam sumber daya manusia dan keterampilan digital, mempromosikan penelitian dan inovasi, membangun tata kelola AI yang bertanggung jawab dan etis, memperkuat kerja sama regional, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan AI.

Forum khusus ini mempertemukan 16 pembicara dari Kamboja, Pakistan, Sri Lanka, Uzbekistan, Malaysia, Bangladesh, Nepal, China, Azerbaijan, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, dan Indonesia untuk membahas bagaimana AI membentuk kembali Asia. Para peserta setuju bahwa AI akan memainkan peran yang menentukan dalam masa depan kawasan, tetapi menekankan bahwa transformasi digital harus tetap berpusat pada melindungi kepentingan rakyat, bukan hanya teknologi. Pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya membangun kerangka tata kelola AI yang efektif. Delegasi dari China, Mongolia, Korea Selatan, Kamboja, Vietnam, dan Myanmar berbagi rekomendasi tentang bagaimana pemerintah harus mengatur AI secara bertanggung jawab sambil mendorong inovasi, menurut pernyataan delegasi Kamboja.

Di luar diskusi AI, Komite Tetap ICAPP meninjau reformasi organisasi yang bertujuan memperkuat forum regional dan memperluas kerja sama antar partai politik di seluruh Asia. Komite setuju untuk menyelenggarakan Dialog Partai Politik Antarbenua pertama, Pertemuan Komite Tetap ke-46, Forum Media ICAPP kedelapan, dan Sidang Umum ICAPP ke-13 di Republik Korea sebelum akhir tahun 2026. Komite juga mengonfirmasi bahwa Mongolia akan menjadi tuan rumah Forum Pemuda ICAPP kedelapan pada awal tahun 2027. Soken akan terus menjabat sebagai wakil ketua Forum Pemuda ICAPP di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Mongolia Uchral Nyam-Osor, mencerminkan peran berkelanjutan Kamboja dalam struktur kepemimpinan pemuda organisasi tersebut.

Di sela-sela pertemuan, delegasi ICAPP melakukan kunjungan kehormatan kepada perdana menteri Mongolia, yang juga mengetuai Partai Rakyat Mongolia dan Forum Pemuda ICAPP. Pemimpin Mongolia menggambarkan ICAPP sebagai platform penting yang mempromosikan dialog dan persahabatan antar partai politik dengan orientasi politik yang beragam, berkontribusi pada perdamaian, kemakmuran, dan pembangunan bersama di seluruh Asia. Dia juga menegaskan kembali komitmen Mongolia untuk mengintegrasikan AI ke dalam tata kelola partai dan administrasi nasional sebagai bagian dari visinya yang lebih luas untuk membangun masyarakat digital. Soken memberi selamat kepada pemerintah Mongolia atas ambisi transformasi digitalnya dan menegaskan kembali dukungan Kamboja untuk kepemimpinan Mongolia di Forum Pemuda ICAPP. Dia juga menyatakan komitmen CPP untuk memperkuat persahabatan dan kerja sama antara kedua negara, termasuk kolaborasi yang lebih erat antara partai politik, pemerintah, dan rakyat mereka, sambil saling mendukung dalam kerja sama multilateral regional dan internasional. Selama kunjungan mereka, para delegasi ICAPP juga berpartisipasi dalam upacara penanaman pohon di taman nasional di Ulaanbaatar untuk mendukung kampanye Mongolia "Satu Miliar Pohon pada 2030", sebuah inisiatif yang bertujuan membantu memerangi perubahan iklim.

Tanya tentang berita ini

Jawaban AI hanya dari berita ini.

Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.

Baca selengkapnya di sumberphnompenhpost.com

Berita terkait