
Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja menegaskan kembali larangan impor limbah elektronik (e-waste) untuk melindungi lingkungan, sumber daya alam, dan kesehatan masyarakat. Menteri Eang Sophalleth menyatakan bahwa hanya sekitar 9% e-waste yang dapat didaur ulang secara ekonomis, sisanya memerlukan pemrosesan lanjutan yang mahal. Pengelolaan yang tidak tepat dapat melepaskan zat berbahaya dan menyebabkan polusi yang tidak dapat dipulihkan. Kamboja tidak akan menjadi tujuan e-waste asing dan sedang mempertimbangkan upaya nasional untuk mengelola limbah domestik dengan lebih baik.
Tanya tentang berita ini
Jawaban AI hanya dari berita ini.
Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.
Baca selengkapnya di sumberphnompenhpost.comBerita ini di sumber lain · 6
RSTurkeyCAuaHungary
- Kazakhstan Targets Low Recycling Rates with Electronic Waste ProjectThe Times of Central Asia·
- The Çetin Problem in Sırbistan: Illegal Waste Dump in Vučić Village Remains Unresolved for Two YearsN1 Info·
- DOA System is expanding: Businesses will be included by the end of OctoberAnkara'nın Sesi·
- New Era in Recycling in Red Deer: What is Changing Starting from 1 Ekim?Red Deer Advocate·
- Sea Water Quality off Odesa is Slowly Improving, But Danger PersistsVgorode Kryvyi Rih·
- Asbestos Pollution in Macaristan: Greenpeace Launched an Interactive MapPortfolio·
Berita terkait
Sains