Lewati ke konten
Ravington
Kembali ke berita
AI

Kesalahan Laboratorium yang Mungkin Merevolusi Komputasi

IEEE Spectrum
WhatsApp

Kecerdasan buatan (AI) mengonsumsi energi dalam jumlah besar karena dijalankan di pusat data dengan ribuan GPU yang masing-masing mengonsumsi hingga 1000 watt. Sebagai perbandingan, ponsel pintar modern menggunakan kurang dari 1 watt. Inefisiensi ini terjadi karena GPU harus mensimulasikan jaringan saraf tiruan dengan miliaran transistor, yang membutuhkan banyak energi untuk memindahkan data.

Otak manusia sekitar satu juta kali lebih efisien dalam energi untuk tugas-tugas yang sebanding dengan AI. Untuk mendekati efisiensi ini, teknik neuromorfik berusaha membangun komponen elektronik yang berperilaku seperti neuron dan sinapsis otak. Upaya sebelumnya gagal karena keandalan atau skalabilitas.

Sebuah tim peneliti secara tidak sengaja menemukan bahwa transistor CMOS biasa dapat berfungsi sebagai neuron dan sinapsis buatan. Penemuan ini dapat mengubah cara perangkat keras AI dibuat. Transistor ini memanfaatkan efek transistor bipolar tersembunyi yang menghasilkan perilaku switching non-linear, mirip dengan neuron biologis.

Berbeda dengan sirkuit digital konvensional yang memiliki karakteristik arus-tegangan linier, transistor ini menunjukkan histeresis dan ambang batas yang menyerupai laju penembakan neuron. Ini memungkinkan replikasi langsung aktivitas saraf tanpa simulasi yang rumit.

Para peneliti percaya bahwa penemuan ini dapat membuka jalan menuju chip AI yang sangat efisien energi, hanya menggunakan sebagian kecil dari energi saat ini. Namun, pengujian dan optimasi lebih lanjut diperlukan sebelum teknologi ini dapat digunakan secara luas.

Tanya tentang berita ini

Jawaban AI hanya dari berita ini.

Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.

Baca selengkapnya di sumberspectrum.ieee.org

Berita terkait