Lewati ke konten
Ravington
Kembali ke berita
Ekonomi

Cadangan Devisa Bank Sentral Pakistan Turun $1,3 Miliar Akibat Pembayaran Utang Besar

Daily Pakistan
WhatsApp

Cadangan devisa yang dimiliki oleh Bank Sentral Pakistan (SBP) turun sebesar $1,305 miliar selama pekan yang berakhir pada 19 Juni, karena negara tersebut melakukan pembayaran utang luar negeri yang besar. Hal ini menunjukkan tekanan berkelanjutan dari pembayaran utang terhadap neraca eksternal, meskipun ada aliran masuk yang diharapkan akhir bulan ini. Penurunan ini mendorong cadangan devisa SBP turun menjadi $15,916 miliar, dibandingkan dengan $17,221 miliar pada pekan sebelumnya. Total cadangan devisa likuid Pakistan tetap berada di $21,484 miliar per 19 Juni, dengan SBP menyumbang $15,916 miliar dan bank komersial memegang $5,568 miliar.

Bank sentral mengaitkan penurunan ini terutama dengan pembayaran utang luar negeri yang dijadwalkan, tetapi menyatakan keyakinan bahwa posisi cadangan akan membaik sebelum akhir tahun fiskal. SBP mengatakan cadangan devisa diperkirakan akan mendapat dorongan signifikan melalui aliran masuk $700 juta dari lembaga keuangan multilateral, bersama dengan hampir $1,7 miliar melalui pembiayaan kembali pinjaman komersial pemerintah. Aliran masuk ini diharapkan tercermin dalam angka cadangan pada 30 Juni.

Meskipun terjadi penurunan sementara, SBP tetap mempertahankan proyeksinya untuk mengakhiri tahun fiskal 2025-26 dengan cadangan devisa sekitar $18 miliar, menunjukkan bahwa pembiayaan eksternal yang diantisipasi diharapkan dapat mengimbangi penurunan baru-baru ini. Angka terbaru menunjukkan tantangan yang terus-menerus dalam menyeimbangkan kewajiban utang dengan akumulasi cadangan, bahkan ketika Pakistan mengandalkan pembiayaan eksternal baru untuk memperkuat posisi devisanya.

Total utang publik mencapai Rs80,5 triliun pada akhir Juni 2025, termasuk Rs54,5 triliun utang domestik dan Rs26 triliun utang luar negeri. Kementerian Keuangan mengatakan utang publik mencapai 70,7% dari PDB, sementara total utang luar negeri dan kewajiban Pakistan berjumlah sekitar $138 miliar, di mana sekitar $92 miliar adalah utang publik luar negeri.

Perkembangan ini menekankan ketergantungan Pakistan yang berkelanjutan pada pembiayaan eksternal untuk menstabilkan neraca pembayarannya. Meskipun ada aliran masuk yang diharapkan, situasinya tetap rapuh karena negara tersebut terus menghadapi pembayaran utang yang tinggi. Namun, SBP menekankan bahwa prospek jangka menengah untuk cadangan devisa positif, asalkan pembiayaan yang direncanakan masuk sesuai harapan.

Tanya tentang berita ini

Jawaban AI hanya dari berita ini.

Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.

Baca selengkapnya di sumberen.dailypakistan.com.pk

Berita terkait