
Di Rotorua, Selandia Baru, pada awal abad ke-20, minuman radioaktif dijual dan diyakini memiliki manfaat kesehatan. Penemuan radium oleh Marie dan Pierre Curie pada tahun 1898 memicu kegemaran global terhadap zat radioaktif. Di Selandia Baru, gas radioaktif dibotolkan dan dijual sebagai tonik dan obat mujarab. Rumah pemandian bergaya Tudor di Rotorua, yang dibuka pada tahun 1908, menawarkan perawatan dengan air radioaktif. Dr. Arthur Wohlmann, seorang spesialis mata air penyembuhan, meyakinkan pemerintah untuk membeli mesin seharga £250 dari Inggris yang disebut aktivator, yang mampu menghasilkan air radioaktif. Mesin tersebut dipasang pada tahun 1914 dan menghasilkan air yang mengandung gas radon. Pasien dianjurkan minum empat hingga enam gelas sehari untuk meningkatkan kesehatan. Wohlmann percaya bahwa ini akan meningkatkan aktivitas seksual, produksi urin, dan pencernaan. Penjualan mencapai puncaknya pada tahun 1916 dengan lebih dari 8.500 gelas terjual, tetapi kemudian menurun drastis. Pada tahun 1922, hanya 300 gelas terjual per tahun, dan produk tersebut dihentikan pada tahun 1925. Tidak ada catatan tentang komplikasi kesehatan yang diderita warga Selandia Baru akibat perawatan ini. Di seluruh dunia, bahan radioaktif digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, dari kanker hingga jerawat. Di Selandia Baru, ada harapan untuk menemukan sumber radium lokal, tetapi sampel dari White Island dan Rotorua tidak membuahkan hasil. Kisah ini menunjukkan bagaimana zat berbahaya pernah dianggap sebagai obat ajaib.
Tanya tentang berita ini
Jawaban AI hanya dari berita ini.
Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.
Baca selengkapnya di sumbernewsroom.co.nz