
Katedral Notre-Dame Saigon, ikon kota yang terkenal, mengalami kemiringan yang memalukan tak lama setelah selesai dibangun. Dibangun antara tahun 1877 dan 1879 dengan desain Jules Bourard, katedral ini menggantikan Église Sainte-Marie-Immaculée sebelumnya yang harus dihancurkan karena serangan rayap. Batu pertama diletakkan pada 7 Oktober 1877 oleh Gubernur Victor Duperré.
Selama konstruksi, para pekerja menemukan akuifer bawah tanah yang dalam, yang merevolusi pasokan air kota. Hal ini menyebabkan pembangunan menara air pertama di kawasan Turtle Lake saat ini. Meskipun akuifer ini menjadi berkah bagi kota, ia menimbulkan masalah besar bagi pembangun katedral karena tanah berpasir membuat fondasi tidak stabil. Konstruksi tertunda hingga lapisan yang kokoh ditemukan.
Setelah selesai, orang-orang menyadari bahwa salah satu menara katedral mulai tenggelam. Hal ini menyebabkan kemiringan yang terlihat, mengingatkan pada Menara Miring Pisa. Perbaikan darurat dilakukan, tetapi kemiringan tetap ada. Akhirnya pada tahun 1892 diputuskan untuk menambahkan dua puncak menara besi cor untuk memperbaiki masalah.
Puncak menara dirancang oleh Michelin dan dibangun antara tahun 1894 dan 1895. Tingginya 27 meter dan dipasang di atas menara. Untuk mengembalikan simetri, puncak barat dibuat sedikit lebih tinggi dari puncak timur. Pekerjaan selesai pada 28 Februari 1895.
Meskipun puncak menara sebagian besar memperbaiki kemiringan, perbedaan tinggi menara masih terlihat selama bertahun-tahun. Hingga kini, katedral tetap menjadi simbol kota dan bukti sejarahnya yang kaya. Artikel Tim Doling menyoroti episode menarik dalam arsitektur ini.
Tanya tentang berita ini
Jawaban AI hanya dari berita ini.
Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.
Baca selengkapnya di sumbersaigoneer.com