Lewati ke konten
Ravington
Kembali ke berita
Ekonomi

Harga Bensin Baru untuk Juli akan Diumumkan Besok

Daily Pakistan
WhatsApp

Uni Emirat Arab mungkin akan mendapatkan keringanan harga bahan bakar pada bulan Juli, karena harga bensin dan diesel diperkirakan turun setelah gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran. Setelah empat bulan berturut-turut kenaikan harga, pengendara akhirnya bisa bernapas lega. Namun, perkiraan industri menunjukkan bahwa penurunan mungkin lebih kecil dari yang diperkirakan. Komite Harga Bahan Bakar UEA akan mengumumkan harga resmi Juli besok. Pemotongan harga yang diharapkan terjadi saat pasar minyak mentah global mundur dari level tertinggi baru-baru ini yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Minyak mentah Brent diperdagangkan sekitar $73,18 per barel pada hari Senin, sementara patokan AS West Texas Intermediate (WTI) berada di $69,96 per barel. Ini mencerminkan pendinginan tajam dari lonjakan yang didorong kepanikan yang terlihat awal bulan ini. Di tengah ketegangan regional dan kekhawatiran bahwa Selat Hormuz dapat terganggu, Brent sempat melonjak ke $110 hingga $120 per barel, memicu kekhawatiran tentang gelombang baru kenaikan biaya bahan bakar. Meskipun harga sejak itu mereda, ketidakpastian terus menyelimuti pasar energi global di tengah ketegangan geopolitik yang berkelanjutan antara Washington dan Teheran.

UEA menyesuaikan harga bahan bakar domestik setiap bulan berdasarkan rata-rata harga minyak mentah internasional yang tercatat selama bulan sebelumnya. Dengan minyak yang sekarang diperdagangkan jauh di bawah puncak terbarunya, konsumen diharapkan mendapat manfaat dari harga bensin dan diesel yang lebih rendah di bulan Juli, meskipun analis memperingatkan bahwa pengurangan tersebut kemungkinan tidak akan signifikan. Pengumuman harga bahan bakar resmi besok akan menentukan sejauh mana keringanan yang diharapkan bagi pengendara UEA.

Perkembangan ini juga relevan bagi Pakistan, di mana pajak bahan bakar tertinggi pada tahun fiskal 2025–26. Sebuah laporan terpisah menyoroti bahwa warga Pakistan membayar pajak bahan bakar tertinggi selama periode tersebut. Ini menekankan dampak yang berbeda dari harga minyak global di berbagai negara. Sementara UEA mengantisipasi sedikit keringanan, negara lain bergulat dengan pajak tinggi dan biaya yang meningkat.

Secara keseluruhan, situasi di pasar minyak global tetap tegang. Gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran telah memberikan sedikit ketenangan, tetapi risiko geopolitik masih ada. Pengumuman UEA besok akan menjadi indikator penting bagaimana kondisi pasar saat ini mempengaruhi konsumen. Masih harus dilihat apakah penurunan harga yang diharapkan cukup untuk meringankan beban keuangan para pengendara.

Tanya tentang berita ini

Jawaban AI hanya dari berita ini.

Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.

Baca selengkapnya di sumberen.dailypakistan.com.pk

Berita terkait