Lewati ke konten
Ravington
Kembali ke berita
Olahraga

Apakah sifat tenis yang tanpa henti menyebabkan krisis cedera?

BBC News — Sport
WhatsApp

Setelah bintang Inggris Jack Draper dan Emma Raducanu mundur dari Wimbledon karena cedera, BBC Sport menganalisis mengapa begitu banyak pemain top berjuang dengan cedera. Kalender tenis modern sangat padat, dengan turnamen hampir sepanjang tahun. Pemain dipaksa bermain di berbagai permukaan, yang sangat membebani tubuh. Perjalanan konstan dan tekanan waktu menyisakan sedikit ruang untuk pemulihan. Banyak atlet berlatih lebih keras dari sebelumnya, yang dapat menyebabkan cedera berlebihan. Meningkatnya jumlah cedera menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan sistem saat ini.

Faktor lain adalah meningkatnya intensitas fisik permainan. Pukulan menjadi lebih keras dan lebih cepat, yang membebani sendi dan otot lebih banyak. Pemain seperti Novak Djokovic dan Rafael Nadal telah menunjukkan bahwa mungkin untuk memiliki karir panjang, tetapi banyak yang membayar harga mahal. Daftar cedera beberapa tahun terakhir panjang: dari Roger Federer hingga Serena Williams. Yang sangat mengkhawatirkan adalah frekuensi cedera punggung dan lutut. Masalah ini sering muncul karena gerakan berulang dan kurangnya pemulihan.

Perawatan medis dalam tenis memang telah meningkat, tetapi tidak dapat menghilangkan semua risiko. Banyak pemain mengabaikan tanda-tanda awal untuk berpartisipasi dalam turnamen penting. Tekanan dari sponsor dan asosiasi juga berperan. Bakat muda sering didorong terlalu keras terlalu cepat. Karir Emma Raducanu adalah contoh: setelah kemenangan US Open 2021, ia terus berjuang dengan cedera. Jack Draper, seorang bintang yang sedang naik daun, juga harus sering istirahat.

ATP dan WTA telah mengambil langkah-langkah untuk meringankan kalender, tetapi kemajuannya lambat. Beberapa pihak menuntut musim yang lebih pendek atau lebih banyak istirahat wajib. Yang lain menyarankan untuk mengurangi jumlah turnamen. Namun kepentingan ekonomi membuat perubahan seperti itu sulit. Turnamen Grand Slam tetap menjadi sumber pendapatan utama, dan tidak ada pemain yang ingin melewatkannya. Diskusi tentang beban pemain kemungkinan akan berlanjut untuk waktu yang lama.

Pada akhirnya, situasi saat ini menunjukkan bahwa tenis berada di titik balik. Kesehatan pemain harus menjadi prioritas, jika tidak, krisis nyata mengancam. Penggemar ingin melihat pertandingan spektakuler, tetapi tidak dengan mengorbankan atlet. Terserah pada asosiasi, pelatih, dan pemain sendiri untuk menemukan keseimbangan. Masa depan olahraga tergantung pada apakah solusi berkelanjutan ditemukan.

Tanya tentang berita ini

Jawaban AI hanya dari berita ini.

Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.

Baca selengkapnya di sumberbbc.co.uk

Berita terkait