Tokayev Akhiri Era Parlemen Bikameral Kazakhstan Menjelang Perubahan Konstitusi Bersejarah

Presiden Kassym-Jomart Tokayev menandai berakhirnya parlemen bikameral Kazakhstan pada 30 Juni, yang telah ada sejak 1995. Ini menutup babak institusional selama tiga dekade dan membuka era baru dengan konstitusi yang mulai berlaku pada 1 Juli. Konstitusi baru menggantikan Senat dan Mazhilis dengan lembaga legislatif unikameral bernama Kurultai. Tokayev dalam pidatonya menekankan bahwa Kurultai akan menjadi simbol terpenting Kazakhstan baru. Ia mendesak warga untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu mendatang pada bulan Agustus, yang harus menjadi contoh kompetisi politik yang terbuka, jujur, dan adil.
Konstitusi baru disetujui dalam referendum nasional pada 15 Maret dengan dukungan 87,15% suara. Selain parlemen unikameral, perubahan juga mencakup pembentukan Dewan Rakyat (Halyk Kenesi) dan penciptaan jabatan wakil presiden. Wakil presiden akan menjadi orang pertama yang mengambil alih kekuasaan kepala negara jika presiden mengundurkan diri lebih awal atau tidak dapat menjalankan tugas. Kurultai akan memiliki 145 deputi yang dipilih melalui perwakilan proporsional dalam satu daerah pemilihan nasional untuk masa jabatan lima tahun.
Tokayev juga menyambut baik penggabungan partai berkuasa lama Amanat (sebelumnya Nur Otan) ke dalam partai yang baru dibentuk, Adilet, yang disebutnya sebagai tonggak sejarah. Pemilu mendatang, menurut Tokayev, harus menjadi contoh persaingan politik yang terbuka, jujur, dan adil. Pemerintah akan menyerahkan kekuasaannya kepada Kurultai yang baru terpilih sesuai dengan Pasal 69 konstitusi baru.
Reformasi konstitusi ini dipandang sebagai langkah signifikan dalam modernisasi politik Kazakhstan. Tokayev menekankan bahwa Kurultai akan mencerminkan efektivitas reformasi. Warga didorong untuk mengambil bagian aktif dalam kampanye politik yang menentukan ini. Konstitusi baru bertujuan untuk merampingkan sistem politik dan meningkatkan tata kelola pemerintahan.
Secara keseluruhan, perubahan konstitusi ini merupakan transformasi mendalam dalam lanskap politik Kazakhstan. Penghapusan sistem bikameral dan pengenalan Kurultai serta jabatan wakil presiden adalah elemen kunci dari reformasi ini. Bulan-bulan mendatang akan menunjukkan bagaimana institusi baru ini berfungsi dan apakah mereka dapat memenuhi harapan masyarakat.
Tanya tentang berita ini
Jawaban AI hanya dari berita ini.
Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.
Baca selengkapnya di sumberastanatimes.comBerita ini di sumber lain · 1
- Kazakhstan President Tokayev invited Donald Trump to KazakhstanTrend News Agency·