
Presiden Donald Trump meluncurkan patung elang emas besar untuk balkon Gedung Putih. Patung tersebut dimaksudkan untuk melambangkan kekuatan dan keagungan Amerika Serikat. Namun, peluncuran ini menuai kritik keras dari berbagai pihak. Banyak yang menyebut karya seni itu norak dan berlebihan. Beberapa komentator bahkan membandingkannya dengan estetika fasis.
Keputusan untuk memasang elang emas diambil tanpa konsultasi publik sebelumnya. Para kritikus menuduh Trump mempersonalisasi Gedung Putih dan menempatkan seleranya sendiri di atas nilai-nilai tradisional. Patung ini adalah bagian dari serangkaian perubahan yang dilakukan Trump pada dekorasi interior. Sejarawan dan pakar seni menyatakan keprihatinan tentang pelestarian karakter historis bangunan tersebut.
Elang itu sendiri terbuat dari logam berlapis emas dan tingginya sekitar dua meter. Patung ini dibuat oleh seniman yang tidak dikenal, yang dipilih langsung oleh Trump. Biaya proyek tidak diumumkan secara resmi, tetapi perkiraan mencapai beberapa ratus ribu dolar. Hal ini memicu kritik lebih lanjut karena uang tersebut mungkin bisa digunakan untuk tujuan lain.
Reaksi di media sosial sebagian besar negatif. Banyak pengguna mengunggah gambar patung elang lain yang dianggap lebih elegan. Beberapa bercanda bahwa elang itu terlihat seperti properti dari film murahan. Yang lain menuntut agar patung tersebut disingkirkan dan kembali ke dekorasi yang lebih tradisional.
Meskipun mendapat kritik, Trump membela keputusannya dan menyebut elang itu "indah" dan "patriotik". Ia menekankan bahwa Gedung Putih adalah simbol keagungan Amerika dan layak mendapatkan karya seni semacam itu. Masih harus dilihat apakah patung itu akan tetap ada atau tekanan publik akan menyebabkan pemindahannya.
Tanya tentang berita ini
Jawaban AI hanya dari berita ini.
Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.
Baca selengkapnya di sumberirishstar.com