Lewati ke konten
Ravington
Kembali ke berita
Dunia

Witkoff dan Kushner akan bahas kesepakatan Iran dengan PM Qatar di Doha

Mehr News
WhatsApp

Utusan khusus AS Steve Witkoff dan mantan penasihat Jared Kushner dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Qatar di Doha untuk membahas kemungkinan kesepakatan dengan Iran. Pertemuan ini dilaporkan oleh beberapa kantor berita dengan mengutip sumber diplomatik. Pertemuan ini terjadi di tengah hubungan tegang antara AS dan Iran yang dipicu oleh gagalnya kesepakatan nuklir 2015. Qatar telah memposisikan diri sebagai mediator dalam konflik regional, terutama antara AS dan Iran. Pembicaraan diperkirakan akan fokus pada pembatasan program nuklir Iran dan pembebasan warga negara AS.

Pemilihan Doha sebagai tempat perundingan menegaskan peran Qatar yang semakin penting sebagai perantara diplomatik. Emirat ini memiliki hubungan baik dengan Washington maupun Teheran dan telah beberapa kali berhasil menjadi penengah antara kedua negara. Qatar membantu pembebasan sandera AS di Afghanistan dan memfasilitasi pembicaraan bantuan kemanusiaan untuk Iran. Keterlibatan Jared Kushner, menantu mantan Presiden Donald Trump, menunjukkan peran informal namun berpengaruh. Kushner terlibat dalam kebijakan Timur Tengah selama pemerintahan Trump dan memiliki hubungan dekat dengan negara-negara Teluk.

Pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi terhadap rencana pertemuan ini. Namun, Teheran dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan kesediaan untuk berdialog, terutama terkait pencabutan sanksi. Iran mengalami krisis ekonomi parah yang diperburuk oleh sanksi AS. Pada saat yang sama, Iran terus memajukan program nuklirnya dan memperkaya uranium hingga 60 persen, yang mengkhawatirkan komunitas internasional. Kesepakatan baru dapat mengurangi ketegangan di kawasan secara signifikan.

AS di bawah Presiden Joe Biden telah berusaha menghidupkan kembali negosiasi dengan Iran, namun sejauh ini gagal. Pembicaraan di Doha dapat membawa dinamika baru karena berlangsung di luar kerangka resmi. Witkoff dan Kushner dianggap sebagai negosiator pragmatis yang juga menggunakan jalur informal. Qatar telah berjanji menyediakan semua sumber daya logistik dan diplomatik yang diperlukan. Pengamat memperkirakan tidak akan ada kesepakatan cepat karena posisi kedua pihak masih jauh berbeda.

Jika pertemuan berhasil, hal ini dapat membuka jalan bagi perundingan langsung antara Washington dan Teheran. Kesepakatan tidak hanya akan menyangkut program nuklir, tetapi juga masalah keamanan regional seperti konflik Yaman dan peran Iran di Suriah. Komunitas internasional, terutama Uni Eropa dan PBB, memantau perkembangan ini dengan saksama. Terobosan di Doha akan menjadi keberhasilan diplomatik besar bagi Qatar dan dapat mengubah peta geopolitik di Timur Tengah.

Tanya tentang berita ini

Jawaban AI hanya dari berita ini.

Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.

Baca selengkapnya di sumberen.mehrnews.com

Berita terkait