
Seorang pria yang menikam lima orang di Eskişehir, Turki, dan dijatuhi hukuman 75 tahun penjara, mengakhiri hidupnya di dalam penjara. Insiden terjadi di lembaga pemasyarakatan tempat ia menjalani hukumannya. Menurut keterangan awal pihak berwenang, itu adalah tindakan bunuh diri. Pria tersebut dihukum pada tahun 2022 atas percobaan pembunuhan dalam lima kasus. Peristiwa itu sempat menggemparkan kota tersebut.
Penyerang pada tahun 2021 menikam pejalan kaki secara acak di kawasan pemukiman Eskişehir. Lima orang terluka, beberapa di antaranya luka parah. Korban berusia antara 20 hingga 50 tahun. Pelaku ditangkap polisi tak lama setelah kejadian. Dalam interogasi, ia mengaku bertindak karena motif pribadi. Namun, latar belakang pastinya masih belum jelas.
Pengadilan menjatuhkan hukuman 75 tahun penjara karena percobaan pembunuhan berlipat. Jaksa penuntut menuntut hukuman seumur hidup. Putusan ini menuai kontroversi di Turki. Banyak warga menuntut hukuman lebih berat bagi pelaku kekerasan. Kuasa hukum pelaku menyatakan akan mengajukan banding.
Di penjara, narapidana menunjukkan tanda-tanda depresi menurut sesama tahanan. Ia dilaporkan menarik diri dan jarang berbicara dengan orang lain. Pihak penjara telah menempatkannya di bawah pengawasan khusus. Meski demikian, ia berhasil mengakhiri hidupnya. Kejaksaan saat ini menyelidiki detail kejadian.
Kasus ini kembali mempertanyakan perawatan psikologis bagi narapidana di penjara Turki. Organisasi hak asasi manusia telah lama mengkritik kurangnya layanan. Otoritas di Eskişehir telah memulai penyelidikan internal. Keluarga korban merasa terkejut atas kematian pelaku. Mereka berharap kasus ini dapat diungkap sepenuhnya.
Tanya tentang berita ini
Jawaban AI hanya dari berita ini.
Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.
Baca selengkapnya di sumbersozcu.com.tr