Debatte tentang istirahat makan siang 'gaya Spanyol' bagi pekerja menghadapi gelombang panas di Perancis

Di Perancis, gelombang panas yang semakin meningkat dan dampak negatifnya terhadap kehidupan kerja telah memicu kembali perdebatan mengenai hak dan keamanan karyawan. Menteri Tenaga Kerja, mengacu pada praktik di Spanyol, menyatakan bahwa ia mempertimbangkan ide-ide seperti memberikan izin kepada pekerja atau penerapan jam kerja yang fleksibel selama jam-jam terpanas. Menteri tersebut mengekspresikan kebutuhan untuk mengevaluasi pendekatan yang memperpanjang istirahat makan siang, seperti contoh Spanyol, dan merevisi ketertiban kerja sesuai dengan itu selama periode panas.
Marylise Léon, Sekretaris Jenderal CFDT, salah satu serikat buruh terbesar di negara itu, berada di sisi lain perdebatan tersebut. Léon berpendapat bahwa pemerintah dan pengusaha harus mengambil langkah yang lebih keras dan mengikat, menekankan bahwa langkah yang hanya bersifat rekomendasi tidak akan cukup. Pemimpin serikat buruh ini menuntut agar perusahaan diwajibkan untuk melakukan negosiasi dengan serikat buruh mengenai risiko gelombang panas dan menuntut pengadaan kewajiban hukum dalam hal ini.
Salah satu tuntutan paling kritis dari Sekretaris Jenderal CFDT adalah penetapan batas suhu secara hukum yang mengharuskan penghentian kerja dan penghentian aktivitas ketika batas tersebut terlampaui. Léon menyatakan bahwa pengusaha harus secara resmi mengakui level suhu yang membuat pelaksanaan tugas-tugas tertentu menjadi tidak mungkin dan bahwa mekanisme harus dibuat untuk menghentikan kehidupan kerja ketika kondisi ini terjadi. Tuntutan ini merupakan proposal yang bertujuan melindungi kesehatan ribuan pekerja yang bekerja di luar ruangan atau dalam kondisi berat.
Dalam rangka mencari solusi, sementara praktik di Spanyol sering dijadikan referensi, yang dibahas bukan hanya fleksibilitas jam kerja, tetapi juga sanksi yang menjerakan. Marylise Léon mengusulkan, mirip dengan contoh Spanyol, penerapan denda berat hingga 30.000 Euro bagi pengusaha yang membahayakan kesehatan pekerja. Ia berpendapat bahwa kekuatan sanksi seperti itu akan memaksa tempat kerja untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan menjadikan kesehatan pekerja sebagai prioritas selama gelombang panas.
Sementara keluhan mengenai ketidakcukupan regulasi hukum saat ini dan pemaksaan pekerja untuk bekerja di bawah panas yang ekstrem semakin meningkat, tujuan bersama pemerintah dan serikat buruh adalah mencegah kematian dan masalah kesehatan yang disebabkan oleh gelombang panas. Menghadapi realitas iklim di Perancis di mana panas semakin sering dan intens, proses negosiasi skala besar telah dimulai untuk menemukan jalan tengah antara istirahat 'gaya Spanyol' dan sanksi berat.
Tanya tentang berita ini
Jawaban AI hanya dari berita ini.
Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.
Baca selengkapnya di sumberbfmtv.comBerita ini di sumber lain · 8
- Extreme Heat Causes Historic Route Change in Tour de FranceLandskrona-Posten·
- French Ecologist Party Announces 'Climate Leave' Proposal for EmployeesBFM TV·
- Heat Shock in the Tour de France: Stage 9 ShortenedLe Figaro·
- Illegal Rave Party with 1500 People in France Despite Red Heat WarningMidi Libre·
- Holiday Departure and Heatwave in France: 940 km of Traffic ParalyzedEurope 1·
- Due to Extreme Heat, Eiffel Tower Shortened Opening HoursSME·
- Red Level Heat Warning in France's Essonne Region: Traditional Firefighter Balls CancelledActu.fr·
- Workers Warn of Extreme Heat: Working at 40 Degrees Must Be RefusedDe Telegraaf·