
Pada tanggal 27 Juni 2024, perwakilan dari Persatuan Kamar Insinyur dan Arsitek Turki (TMMOB), Kamar Insinyur Sipil (İMO) Cabang Adana, dan Pemerintah Kota Ceyhan berkumpul di Monumen Gempa Ceyhan untuk memperingati 28 tahun gempa bumi Ceyhan 1998. Gempa berkekuatan 6,3 yang terjadi pada 27 Juni 1998 pukul 16.55 waktu setempat telah menewaskan 145 warga, melukai sekitar 1.500 orang, dan membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Para peserta membawa foto-foto yang menggambarkan dampak destruktif gempa tersebut untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya gempa.
Dalam pidatonya, Ketua İMO Adana, Hıdır Çak, menekankan pentingnya inventarisasi stok bangunan. Ia menyatakan bahwa ini bukanlah pilihan, melainkan keharusan yang berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa. Çak mengungkapkan bahwa evaluasi ilmiah setelah gempa 1998 menunjukkan bahwa penyebab utama korban jiwa dan kerusakan parah adalah bangunan yang tidak mendapat layanan teknik, pengawasan konstruksi yang tidak memadai, bangunan ilegal, dan proses produksi bangunan yang tidak sehat. Meskipun 28 tahun telah berlalu, situasi ini belum berubah secara mendasar, seperti yang ditunjukkan oleh gempa bumi dahsyat pada 6 Februari 2023 yang berpusat di Kahramanmaraş.
Çak menegaskan bahwa Turki adalah negara gempa dan sebagian besar wilayahnya berada di atas patahan aktif. Hak dasar warga negara adalah tinggal di kawasan pemukiman yang aman dan bangunan tahan gempa. Ia menyatakan, "Gempa bukanlah takdir. Namun, tertangkap basah tanpa persiapan adalah akibat dari tindakan pencegahan yang tidak diambil." Setiap gempa besar menunjukkan bahwa masalahnya bukan hanya pada peristiwa alam, tetapi juga pada perencanaan yang buruk, pengawasan yang tidak memadai, dan konstruksi tanpa layanan teknik. "Bukan gempa yang membunuh, melainkan bangunan yang tidak tahan gempa," tegas Çak.
İMO Adana telah bertahun-tahun menyuarakan peringatan yang sama, kata Çak. Ia menyerukan kepada otoritas terkait untuk segera melakukan inventarisasi stok bangunan di perkotaan dengan metode ilmiah, mengidentifikasi bangunan berisiko, dan memprioritaskannya. Tanpa identifikasi risiko, transformasi perkotaan yang sehat tidak mungkin dilakukan. Proses transformasi harus transparan, partisipatif, dan berdasarkan prinsip ilmiah, bukan didorong oleh kepentingan politik dan ekonomi, melainkan demi kepentingan publik dan keselamatan jiwa.
Çak juga menekankan perlunya menjamin layanan teknik dalam proses produksi dan pengawasan bangunan. Sistem pengawasan bangunan independen harus diperkuat dan peraturan yang ada harus diterapkan sepenuhnya. Kesadaran akan gempa harus disebarluaskan ke seluruh lapisan masyarakat. Ia menyerukan program pendidikan dan sosialisasi berkelanjutan melalui kerja sama pemerintah daerah, kamar profesi, dan LSM. "Kami tidak akan tinggal diam membiarkan kelalaian yang sama menyiapkan lahan bagi bencana baru," ujar Çak, dan mendesak semua pihak yang berwenang untuk segera bertindak.
Wakil Wali Kota Ceyhan, Burhan Onuk, memulai pidatonya dengan mengenang para korban. Ia menekankan bahwa baik gempa Ceyhan maupun gempa 6 Februari 2023 dengan jelas menunjukkan bahwa bangunan yang tidak tahan gempa menyebabkan korban jiwa. Oleh karena itu, pengawasan konstruksi dan kepatuhan terhadap peraturan sangat penting untuk mencapai bangunan yang kokoh. Onuk juga menyoroti pentingnya meningkatkan perekrutan insinyur dan arsitek di pemerintah daerah. Upacara diakhiri dengan peletakan anyelir dan mawar di Monumen Gempa Ceyhan.
Tanya tentang berita ini
Jawaban AI hanya dari berita ini.
Ini ringkasan singkat buatan AI. Artikel lengkap ada di sumbernya.
Baca selengkapnya di sumberadananinsesi.comBerita ini di sumber lain · 4
- Meryem Hanne Erbil, Who Lost Her Arm and Family in the Kahramanmaraş Earthquake, Became Athletics ChampionCumhuriyet·
- Latest Earthquakes and Situation Analysis Across Turkey on 12 Temmuz 2026NTV Sağlık·
- 3.8 Magnitude Earthquake Occurred in Çamardı District of NiğdeAydınlık·
- Canada's Reason for Sending Back Turkish Earthquake Victims RevealedKısa Dalga·